Peneliti Untan menyarankan Hal Ini Pada Pemkot Pontianak Jika Ingin Waterfront City Wajah Kota


Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dosen akultas Teknik Untan, Ely Nurhidayat melakukan sebuah penelitian terkait kota di tepian sungai dan ia memgemukakan kalau Pontianak merupakan kota yang unik dan memang model bangunan rumah panggung sangat ideal bagi Kota Pontianak.
"Memang kota yang berada didaerah sungai atau perairan akan tumbuh dari kawasan sungainya," ucap Dosen Teknik Untan, Ely Nurhidayat, saat seminar memperingati hari air dunia ke XXVI di Universitas Tanjungpura, Kamis (22/32018).
Hal itu terungkap berdasarkan ya penelitiannya terkait kota tepian sungai. Penelitian yabg mengangkat permukiman ditepian sungai ini juga mengungkapkan keunikan yang lainnya karena adanya peran serta dari Raja Pontianak terhadap pembangunan tepian sungai dahulu kala.
"Keunikan kota Pontianak memang berada di tepian sungai kapuas. Pertumbuhan kota ditepi air karena ada nelayaan, Benteng dan permukiman. Permukiman ada karena kegiatan perdagangan berada di tepian sungai," ucapnya.
Ia menjelaskan sebenarnya pola jalur akses untuk kota seperti Kota Pontianak lenih efektif jalur air dan itu perlu dikembangkan karena memiliki potensi besar.
Tara ruang air perlu diperhatikan harmonisasi air, masyarakat dan permukiman.
Bertahannya ratusan tahun masyarakat tepian sungai karena masyarakat telah beradpatsi dan mampu bertahan. Ia menjelaskan dahulu Pontianak berkembang dari kawasan pinggiran sungai namun saat invasi Jepang dan terjadinya Genosida sehingga para ahli habis dibunuh dan tak menyisakan mereka yang bisa memberikan masukan terkait pembangunan kota lagi.
"Inilah yang sempat membaut parit hilang, karena ada transisi kepemerintahan dan saat itu masa penjajahan Jepang dimana ada genosida sehingga para pengambil kebijakan dalam pembangunan kota tidak ada. Lalulah pada masa itu mulai parit-parit hilang," jelasnya.
Kehilangan ilmuan yang mampu memberikan masukan ini, lalu didatangkan orang dari Jawa dan pola pembangunannya berubah dimana orang Jawa pikirnya transportasi itu darat sedangkan kita di Pontianak asal transportasinya air. Sehingga tak ada singkronisasi dan lakukan berpindahnya pembangunan kedaratan.
Kini Pemkot Pontianak tengah gencarnya memabangun dan disokong anggaran pemerintah pusat untuk menjadikan waterpront city sebagai wajah kota. Menurut Ely perlu diperhatikan kearifan lokal dalam memabangun tersebut.
"Dalam menata Pontianak dari tepi sungai dapat bertahan dengan penyediaan infrastruktur pemukiman, jangan terlalu rapat dan sesuai dengan tipikal kawasan sungai yaitu rumah panggung dan prioritas parit sungai itu objek pembangunan utama dalam mendukung waterpront city," jelasnya.

Komentar