Kita
Yang
menilai bukan aku. Yang menilai bukan kamu. Bukan kita yang menilai ini semua.
Kita hanya bisa melakoni semua dihadapan mereka. Merekalah juri terbaik untuk
kita. Setiap kritikan pedas yang mereka lontarkan, merupakan ajang perbaikan
diri untuk pementasan kita. Kerasnya kritikan mereka, jangan marah. Bukankah itu
memang tugas mereka?. Berterimakasihlah pada mereka. Kau dapat memperbaiki
kesalahanmu melalui kritikan itu. Kehidupan kita di bumi teringkas menjadi tiga
waktu. Hari kemarin yang telah berlalu, hari ini yang sedang kita jalani, dan
hari esok yang belum pasti. Kita terlahir dengan kekurangan. Tetapi bertahan
adalah pilihan. Bersama kekurangan Allah menitipkan kelebihan dalam diri kita.
Berkeluh kesah hanya akan membuat kelebihan itu terkubur dalam. Berkeluh kesah
hanya akan membuat kita kufur akan setiap nikmat. Yakinlah pada kelebihan yang
kau miliki. Dengan kegagalan yang kau alami, kau berpotensi menjadi seorang
pemenang. Percayalah
Kita bagaikan kembara jalanan.
Menyusuri setiap jalan yang entah akan membawa kita kemana. Kita tak tau arah
untuk sampai pada tujuan yang kita impikan. Bak tersesat di jalan hitam penuh
kegelapan, tanpa setitik cahaya, tanpa sedikit pertolongan, dan tanpa ada yang
memberi ketenangan. Bahkan memberi dorongan untuk bertahan pun tak ada. Tapi
kita tabu untuk menyerah. kita punya harapan, kita punya cita cita, kita punya
keinginan kuat untuk bertahan dan lewati
segala ujian. Kita yakin bisa, kita optimis, kita tau Tuhan selalu ada di pihak
kita untuk memberi dukungan dan pertolongan. Bukankah bersama kesulitan Allah
menitipkan kemudahan?.
Kita hidup bukan untuk diri kita
sendiri. Kita hidup bukan hanya untuk mencari kebahagiaan di bumi. Bukan pula
untuk meratapi segala ujian yang kita rasakan. Tapi kita hidup untuk berbagi,
kita hidup untuk menebarkan kebahagiaan pada orang lain. Kita hidup untuk
bersabar atas segala cobaan. Cobaan itu hebat. Cobaan, kesulitan, kesusahan,
kesedihan. Ya, mereka itulah yang akan mengajarkanmu arti ketegaran, arti
kekuatan, arti kesabaran, dan arti bertahan. Kalau kita sudah dapat merasakan
arti semua itu, kita akan mengenal arti bersyukur jika diberi kebahagiaan. Kita
akan menghargai apa yang telah diberikan tuhan. Karena hidup ini bukan hanya
untuk memiliki apa yang kita inginkan, tetapi hidup ini adalah tentang
bersyukur atas apa yang telah kita miliki.
Good suna:)
BalasHapus